Pandemi Corona (Covid-19) di Indonesia memberikan dampak bagi dunia pendidikan. Wabah corona ini membuat banyak sekolah di Indonesia menghentikan pembelajaran tatap muka atau pembelajaran yang dilakukan di Sekolah. Salah satunya sekolah saya yaitu SMA N 16 Semarang yang juga terkena dampak pandemi ini. Pembelajaran yang tadinya tatap muka diganti menggunakan sistem jarak jauh atau daring.
Di Pembelajaran daring SMA N 16 saya menggunakan HP dan juga laptop. Kami menggunakan berbagai media sosial untuk pembelajaran daring seperti WhatsApp grup, kelase, google meet,zoom, dan lain sebagainya. Pembelajaran dimulai sekitar pukul 8:00 sampai pukul 13:00 , namun terkadang sampai pukul 14:00. Pembelajaran tatap muka daring tidak dilakukan setiap saat, terkadang guru hanya memberikan tugas saja.
Kendala Pembelajaran Jarak Jauh
Kendala atau kekurangan pembelajaran jarak jauh atau daring ini bagi saya adalah Kuota Internet, karena menggunakan media sosial maka kuota internet adalah hal terpenting untuk pembelajaran, jika tidak memiliki kuota, kita tidak akan bisa mengaksesnya. Jika setiap hari kita membutuhkan kuota maka tak sedikit juga uang yang dikeluarkan untuk membeli kuota.
Kendala yang lainnya yaitu susah fokus belajar dan mengatur waktu, walaupun dirumah, saya terganggu oleh kegiatan lainnya yang menyebabkan tidak fokus. Kemudian tugas yang menumpuk. Ada beberapa guru yang memberikan tugas yang sangat banyak kepada murid, hal ini sangat membebankan murid. Beberapa guru bahkan tidak menjelaskan materi sama sekali dan hanya memberikan tugas saja, yang mengakibatkan murid tidak paham materinya.
Disusun oleh:
Zahra Aurania Jauhari
XII MIPA 2
36