Jumat, 31 Juli 2020

Faktor Penyebab Berbagai Pergolakan di Dalam Negeri (1948-1965)

Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang Berkaitan dengan Ideologi

v  Faktor penyebab pemberontakan PKI MADIUN

musso
Musso

Amir Syarifuddin

a. kekecewaan akibat hasil Perjanjian Renville antara Indonesia dan Belanda

b.karena tuntutan MUSO tidak ditanggapi oleh pemerintah.

c.Muso ingin mendirikan negara komunis di Indonesia.

v  Faktor penyebab pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia DI/TII

 1. Pemberontakan DI/TII Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, di Jawa Barat,

Penyebab pemicu pemberontakan Kartosuwiryo adalah penolakan Perjanjian Renville,yang menempatkan daerah Jawa Barat di wilayah kekuasaan Belanda.   

Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo

 2. Pemberontakan DI/TII Daud Beureueh, di Aceh

Pemicu pemberontakan ini adalah penolakan dihapusnya provinsi Aceh dan digabungkannya wilayah Aceh dengan Sumatera Utara.

Daud Beureueh


3. Pemberontakan DI/TII Amir Fatah, di Jawa Tengah

Pemicu pemberontakan ini adalah kekecewaan Amir Fatah akan dominasi “kaum kiri” (sosialis dan komunis) di Tegal dan sekitarnya, wilayah basis kekuatan Amir Fatah. Akibatnya, Amir Fatah memberontak pada tahun 1950.


4. Pemberontakan DI/TII Ibnu Hadjar, di Kalimantan Selatan  

Pemicu pemberontakan ini adalah kegagalan para mantan pejuang kemerdekaan asal Kalimantan Selatan untuk diterima di tentara Indonesia saat itu, APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat). Kebanyakan bekas pejuang ini tidak bisa masuk tentara karena tidak bisa baca tulis, termasuk Ibnu Hadjar sendiri. Mereka juga kecewa dengan adanya bekas tentara KNIL (Tentara Hindia Belanda) di APRIS.  

Ibnu Hajar

5.  Pemberontakan DI/TII Kahar Muzakar, di Sulawesi Selatan

Pemicu pemberontakan ini adalah tuntutan agar para milisi Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) yang dipimpin oleh Kahar Muzakkar bisa diterima sebagai tentara. Namun mereka tidak lolos syarat dinas militer, dan hanya ditempatkan sebagai Corps Tjadangan  Nasional (CTN). Akibatnya, Kahar Muzakkar memberontak dan menyatakan sebagai  bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953.

Kahar Muzakar

 

v  Faktor penyebab G30S/PKI

1. terdapat  konflik perbedaan ideology serta kepentingan antara PKI dan Angkatan darat,

2. CIA dan Blok Barat (Amerika, Inggris, dkk) ikut terlibat dalam peristiwa ini guna mencegah Indonesia mengubah ideologinya menjadi komunis dengan menjadikan PKI sebagai kambing hitam.



Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang Berkaitan dengan Kepentingan

v Faktor penyebab pemberontakan APRA (Angkatan perang Ratu Adil):

1.keinginan Raymond Westerling dan Sultan Hamid II untuk merebut kekuasaan dan mempertahankan negara federal Republik Indonesia Serikat, seiring dengan dibubarkannya negara-negara bagian bentukan Belanda di RIS yang bergabung kembali ke Republik Indonesia.

2.kekecawaan mantan anggota tentara KNIL yang khawatir pengaruh dan kekuasaanya berkurang setelah bergabung TNI.

 Raymond Westerling

v Faktor penyebab pemberontakan Andi Azis

1. Timbulnya pertentangan pendapat mengenai peleburan Negara bagian Indonesia Timur (NIT) ke dalam negara RI. Ada pihak yang tetap menginginkan NIT tetap dipertahankan dan tetap merupakan bagian dari wilayah Republik Indonesia Serikat (RIS), sedangkan di satu pihak lagi menginginkan NIT melebur ke negara Republik Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta.

2. Ada perasaan curiga di kalangan bekas anggota" KNIL yang disalurkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Setikat (APRIS)/TNI. Anggota"  KNIL beranggapan bahwa pemerintah akan menganaktirikannya, sedangkan pada pihak TNI sendiri ada semacam kecanggungan untuk bekerja sama dengan bekas lawan mereka selama perang kemerdekaan.

3. Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur.

4. Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI

5. Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.


v Faktor penyebab Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)

1. Kekecewaan para bekas prajurit KNIL

2.Tidak setuju atas pembubaran NIT (Negara Indonesia Timur) dan kembalinya Indonesia menjadi negara kesatuan

3.Keinginan beberapa tokoh seperti Soumokil yang ingin mendirikan negara sendiri



   

    Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang Berkaitan dengan Sistem Pemerintah

 v Faktor penyebab pemberontakan PRRI/Permesta

  1.Pemerintah pusat belum mampu melaksanakan pola otonomi daerah dengan wajar dan benar  

  2.Pemerintah pusat mengalami labilitas yang disebabkan oleh:

- Merajalelanya korupsi

- Konstituante hasil pemilu tahun 1955 belum berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya.

- Dalam masyarakat timbul pertentangan mengenai konsepsi presiden.


v Faktor penyebab persoalan Negara Federal dan BFO

Persaingan yang timbul terutama adalah antara golongan federalis yang ingin bentuk negara federal dipertahankan dengan golongan unitaris yang ingin Indonesia menjadi negara kesatuan.





Zahra Aurania Juhari

XII MIPA 2

35


Jumat, 17 Juli 2020

Pembelajaran Pertama di Masa Pandemi Covid-19

     Pandemi Corona (Covid-19) di Indonesia memberikan dampak bagi dunia pendidikan. Wabah corona ini membuat banyak sekolah di Indonesia menghentikan pembelajaran tatap muka atau pembelajaran yang dilakukan di Sekolah. Salah satunya sekolah saya yaitu SMA N 16 Semarang yang juga terkena dampak pandemi ini. Pembelajaran yang tadinya tatap muka diganti menggunakan sistem jarak jauh atau daring.
     Di Pembelajaran daring SMA N 16 saya menggunakan HP dan juga laptop. Kami menggunakan berbagai media sosial untuk pembelajaran daring seperti WhatsApp grup, kelase, google meet,zoom, dan lain sebagainya. Pembelajaran dimulai sekitar pukul 8:00 sampai pukul 13:00 , namun terkadang sampai pukul 14:00. Pembelajaran tatap muka daring tidak dilakukan setiap saat, terkadang guru hanya memberikan tugas saja.
 
Kendala Pembelajaran Jarak Jauh
     Kendala atau kekurangan pembelajaran jarak jauh atau daring ini bagi saya adalah Kuota Internet, karena menggunakan media sosial maka kuota internet adalah hal terpenting untuk pembelajaran, jika tidak memiliki kuota, kita tidak akan bisa mengaksesnya. Jika setiap hari kita membutuhkan kuota maka tak sedikit juga uang yang dikeluarkan untuk membeli kuota.
     Kendala yang lainnya yaitu susah fokus belajar dan mengatur waktu, walaupun dirumah, saya terganggu oleh kegiatan lainnya yang menyebabkan tidak fokus. Kemudian tugas yang menumpuk. Ada beberapa guru yang memberikan tugas yang sangat banyak kepada murid, hal ini sangat membebankan murid. Beberapa guru bahkan tidak menjelaskan materi sama sekali dan hanya memberikan tugas saja, yang mengakibatkan murid tidak paham materinya.


Disusun oleh:
Zahra Aurania Jauhari
XII MIPA 2
36




     

E- Voting Pemilos SMA N 16 Semarang

     Hingga detik ini dunia telah dilanda pandemi virus Covid-19. Termasuk di Indonesia, bahkan hingga saat ini wabah pandemi justru kian me...